Selasa, 24 Jun 2014

KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN


Dari Abu Hurairah ra,

adalah Rasulullah saw memberi khabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda :

“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkati. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya; pada bulan ini pintu-pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para syaitan diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa.”

(Hadis riwayat Ahmad dan An-Nasa’i)

Dari Ubadah bin Ash-Shamit,

bahawa Rasulullah saw bersabda :

“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkatan, AIlah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan doa. Allah melihat berlumba-lumbanya kamu pada bulan ini dan membanggakanmu kepada para malaikatNya, maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu. Kerana orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ini.”

(Hadis riwayat Ath-Thabrani | dan para periwayatnya terpercaya)

Al-Mundziri berkata :

“Diriwayatkan oleh An-Nasa’i dan Al-Baihaqi, keduanya dari Abu Qilabah, dari Abu Hurairah, tetapi setahuku dia tidak pernah mendengar darinya.”

Dari Abu Hurairah ra,

bahwa Rasulullah saw bersabda :

“Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, iaitu : bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kasturi, para malaikat memohonkan pengampunan bagi mereka sampai mereka berbuka, Allah Azza Wa Jalla setiap hari menghiasi syurgaNya lalu berfirman (kepada syurga),”Hampir tiba saatnya para hambaKu yang soleh dibebaskan dari beban dan derita serta mereka menuju kepadamu”, pada bulan ini para jin yang jahat diikat sehingga mereka tidak bebas bergerak seperti pada bulan lainnya, dan diberikan kepada umatku ampunan pada akhir malam.”

Baginda ditanya :

“Wahai Rasulullah, apakah malam itu Lailatul Qadar?”

Jawab baginda :

“Tidak. Namun orang yang beramal tentu diberi balasannya jika menyelesaikan amalnya.”

(Hadis riwayat Ahmad | Isnad hadis tersebut dhaif, dan di antara bahagiannya ada nas-nas lain yang memperkuatkannya)